Nasional

KPK Ajukan Kasasi Lawan Vonis 4,5 Tahun Bui Pengacara Lukas Enembe

KPK Ajukan Kasasi Lawan Vonis 4,5 Tahun Bui Pengacara Lukas Enembe


Jakarta

Lembaga Proses Hukum Tinggi (PT) DKI menguatkan putusan Lembaga Proses Hukum Tipikor Jakarta Pusat hukuman 4,5 tahun penjara untuk pengacara Mantan Gubernur Papua Lukas Enembe, Stefanus Roy Rening. KPK menyatakan kasasi atas putusan banding tersebut.

“Jaksa KPK Greafik Loserte kemarin (13/5) Pernah berlangsung selesai menyatakan kasasi dalam Perkara Pidana perintangan penyidikan Pasal 21 Perundang-Undangan Tipikor dengan terdakwa Stefanus Roy Rening melalui Panmud Tipikor pada PN Jakarta Pusat,” kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri kepada wartawan, Selasa (14/5/2024).

Ali mengatakan upaya kasasi ini dalam rangka Menyajikan efek jera. Ia mengatakan argumentasi Pernah dijelaskan di dalam memori kasasi tersebut yang nantinya Berniat dikirimkan ke MA (MA).


“Upaya Undang-Undang ini dilakukan dengan maksud di antaranya Menyajikan efek jera terhadap perbuatan kesengajaan dari terdakwa tersebut yang Pernah berlangsung menghalangi proses Undang-Undang yang dilakukan KPK Mengikuti Syarat perundang-undangan,” katanya.

“Lengkapnya uraian argumentasi Undang-Undang Berniat dijelaskan dalam memori kasasi Regu jaksa dan segera dikirimkan pada MA RI,” sambungnya.

Sebelumnya, PT DKI menguatkan putusan Lembaga Proses Hukum Tipikor Jakarta Pusat. Stefanus dihukum dengan pidana 4,5 tahun penjara dan denda Rp 150 juta subsider tiga bulan kurungan.

Putusan tingkat banding itu diadili oleh Ketua Majelis Hakim Subachran Hardi Mulyono. Panitera Wangi Amal Prakasa dan Putusan Perkara Pidana nomor: 12/PID.SUS-TPK/2024/PT DKI dibacakan pada 23 April 2024.

Vonis tersebut lebih ringan daripada tuntutan jaksa KPK, Didefinisikan sebagai 5 tahun penjara dan denda sebesar Rp 150 juta subsider 4 bulan kurungan.

Vonis 4,5 Tahun Bui

Majelis hakim Pernah berlangsung menjatuhkan putusan terhadap terdakwa pengacara mantan Gubernur Papua Lukas Enembe, Stefanus Roy Rening. Stefanus Roy divonis selama 4,5 tahun penjara setelah Handal melakukan perintangan penyidikan KPK.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa tersebut dengan pidana penjara selama 4 tahun 6 bulan,” kata ketua majelis hakim Rianto Adam Pontoh di Lembaga Proses Hukum Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (7/2).

Apalagi, Stefanus dihukum denda Rp 150 juta. Bila tidak bisa dibayar, bisa diganti dengan hukuman 3 bulan bui.

“Dan denda Sebanyaknya Rp 150 juta dengan Syarat Seandainya pidana tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan 3 bulan,” katanya.

Sumber Refrensi Berita: Detik.com

Tinggalkan Balasan

Back to top button