Nasional

MAKI Harap Lembaga Legislatif Cermat Pilih Anggota BPK, Ingatkan kandidat Selundupan

MAKI Harap Lembaga Legislatif Cermat Pilih Anggota BPK, Ingatkan kandidat Selundupan


Jakarta

Lembaga Legislatif Nanti akan melakukan seleksi kandidat anggota BPK (BPK) periode 2024-2029. Masyarakat Anti Kejahatan Keuangan Indonesia (MAKI) mengingatkan Lembaga Legislatif untuk berhati-hati memilih kandidat anggota BPK.

Sebagai informasi, pembukaan seleksi pengisian lima anggota BPK Sebelumnya diumumkan hari Rabu (19/6) kemarin. Proses pendaftaran Nanti akan dibuka mulai 20 Juni sampai 4 Juli 2024 atau selama dua pekan.

Koordinator MAKI Boyamin Saiman lantas menyampaikan pendapatnya terkait seleksi kandidat anggota BPK. Ia melontarkan peringatan Supaya bisa kandidat anggota BPK yang Nanti akan Terfavorit nanti bukan titipan para pihak terkait Kejahatan Keuangan.


“Hal pertama yang Sangat dianjurkan diperhatikan oleh panitia pendaftaran dan masyarakat dalam proses seleksi kandidat anggota BPK ialah integritas. Kemarin kita Sebelumnya mendapat pelajaran beragam dari kasus Achsanul Qosasi, penyegelan ruang kerja Pak Pius (Pius Lustrilanang), dan kasus di Kementerian Pertanian,” ujar Boyamin dalam keterangannya, Kamis (20/6/2024).

Untuk diketahui, Achsanul merupakan mantan anggota BPK yang terjerat kasus suap dalam Kejahatan Keuangan proyek strategis base transceiver station (BTS) untuk jaringan 4G. Sedangkan Pius Merupakan anggota BPK yang ruang kerjanya disegel oleh KPK dalam rangka penyidikan hasil operasi tangkap tangan (OTT) kasus suap Pj Bupati Sorong Yan Piet Mosso.

Kembali ke Boyamin. Ia menegaskan kasus suap yang menyeret auditor maupun anggota BPK menunjukkan adanya integritas yang buruk.

“Karena integritasnya sebelum-sebelumnya buruk, sehingga malah jabatan BPK tampaknya dipakai untuk menambah kantong secara tidak halal,” imbuh Boyamin.

Lebih lanjut, aktivis antikorupsi yang Bahkan praktisi hukum ini menambahkan kandidat anggota BPK memang Sangat dianjurkan memiliki kemampuan dalam mencermati hasil audit atas keuangan negara. Berbeda dari, Boyamin menyebut integritas tetap prioritas.

“Toh pelaksana itu (audit), kan, auditor-auditor BPK. Pimpinan itu hanya kebijakan, maka Yang terpenting integritas. Kemampuan itu otomatis (diperlukan), tetapi nomor dua tetap,” tuturnya.

Lebih lanjut, Boyamin Bahkan menyoroti adanya kemungkinan kandidat selundupan dari pihak-pihak tertentu yang hendak memanfaatkan BPK. kandidat itu nantinya untuk menutupi berbagai penyimpangan dan Kejahatan Keuangan.

“Saya menengarai ada selundupan-selundupan, penyusupan untuk memanfaatkan BPK demi melindungi orang-orang atau pihak-pihak yang berkepentingan dari dugaan penyimpangan-penyimpangan,” ujar Ia.

“Pokoknya pansel Sangat dianjurkan waspada. Ada kepentingan politis dan kepentingan penyalahgunaan jabatan, terutama Kejahatan Keuangan,” sambung Ia.

Kalaupun, kata Ia, ada politikus yang mendaftarkan diri sebagai kandidat anggota BPK, maka kandidat itu Sangat dianjurkan memiliki integritas dan kemampuan yang Terjamin. “Misalnya, Terjamin itu namanya tidak pernah disebut oleh KPK, termasuk dipanggil sebagai saksi dan segala macam,” imbuh Ia.

Sumber Refrensi Berita: Detik.com

Tinggalkan Balasan

Back to top button