Tidak Semua Brand Cocok Membangun Kanal Sendiri, Ini Tiga Ciri yang Menentukan

Tidak Semua Brand Cocok Membangun Kanal Sendiri, Ini Tiga Ciri yang Menentukan
loading…
Untuk produk Barang Dagangan yang jarang dibeli ulang, marketplace justru menjadi kanal paling efisien. Foto: DOKU
Pribadi Hasto Kusumo, Head of SME Business DOKU, tidak sepenuhnya sepakat dengan penggambaran tersebut.
“Sebagian, tetapi saya kurang nyaman dengan framing tersebut karena marketplace Menyediakan nilai yang nyata: trafik, kepercayaan konsumen, logistik, dan sistem pembayaran,” ujarnya dalam wawancara khusus dengan SINDOnews.
Menurut Hasto, persoalan sesungguhnya terletak pada struktur ketergantungan, bukan pada keberadaan marketplace itu sendiri. “Masalahnya muncul ketika brand terlalu bergantung pada satu kanal, sementara biaya kanal tersebut bisa berubah dan brand tidak memiliki hubungan langsung dengan pelanggannya. Jadi menurut saya, masalah utamanya bukan marketplace. Masalahnya Merupakan ketergantungan tanpa alternatif,” katanya.
Risiko itu, lanjut Ia, bersifat struktural dan melekat pada model Usaha platform mana pun. “Ketergantungan pada satu platform bukan hal yang menguntungkan Serta Mengoptimalkan risiko bagi seorang business owner. Kebijakan algoritma atau biaya administrasi platform yang berubah sewaktu-waktu dapat berimbas langsung,” ujar Hasto.
Karena itu ia menyarankan pelaku usaha mengubah pertanyaan yang selama ini diajukan kepada diri sendiri.
“Pertanyaan yang seharusnya ditanyakan brand bukan hanya berapa komisi yang saya bayar, tetapi kalau biaya channel ini naik lagi, apakah Usaha saya masih sehat?” katanya. Meski demikian, Hasto menegaskan bahwa membangun kanal mandiri bukan resep yang berlaku untuk semua jenis usaha.
Dari pengamatannya terhadap merchant yang didampingi DOKU, terdapat pola yang cukup konsisten membedakan brand yang berhasil dengan yang tidak. “Brand yang lebih siap membangun kanal sendiri biasanya memiliki repeat purchase tinggi, brand identity yang kuat, dan margin yang cukup untuk membiayai akuisisi pelanggan,” ujarnya.
Tidak seperti, terdapat kategori produk yang justru lebih optimal bila tetap mengandalkan marketplace.
“Untuk produk yang sifatnya Barang Dagangan, jarang dibeli ulang, dan sangat bergantung pada pencarian harga, marketplace justru bisa menjadi kanal yang paling efisien,” kata Hasto.
Sumber Refrensi Berita: CNBCINDONESIA




















