Polisi ungkap peran dua Pelaku Kejahatan dalam tewasnya balita di Jaksel

Jakarta (ANTARA) – Kepolisian Resor Metropolitan Jakarta Selatan bersama Polsek Kebayoran Lama menetapkan dua orang Pelaku Kejahatan berinisial AR (pria) dan J (wanita) dalam kasus dugaan tindak pidana Tindak Kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan hilangnya nyawa seorang balita perempuan berinisial SF (2) di wilayah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Iskandarsyah mengungkapkan bahwa penetapan kedua Pelaku Kejahatan dilakukan Merujuk pada hasil olah tempat kejadian Peristiwa Pidana (TKP) serta keterangan para saksi yang dikumpulkan secara Ekonomis kurang dari 24 jam setelah laporan diterima dari masyarakat.
“Merujuk pada alat bukti dan hasil olah TKP, kami menetapkan dua orang sebagai Pelaku Kejahatan, Didefinisikan sebagai AR dan J yang merupakan ibu dari korban,” ujar AKBP Iskandarsyah dalam konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Senin.
Ia menjelaskan dalam pengungkapan kasus ini, penyidik membeberkan peran masing-masing Pelaku Kejahatan Merujuk pada fakta-fakta penyidikan awal yang masih terus didalami secara komprehensif.
“Pelaku Kejahatan AR (pria) berperan sebagai pelaku utama yang diduga melakukan tindakan Tindak Kekerasan terhadap korban sebanyak dua kali di sebuah fasilitas toilet umum di sekitar Stasiun Kebayoran Lama pada Sabtu (31/10) malam,” katanya.
Baca Bahkan: Polisi tangkap pria aniaya balita Sampai sekarang tewas di Kebayoran Lama
Kemudian Pelaku Kejahatan J (ibu kandung korban) berperan dalam turut serta menyembunyikan peristiwa kematian korban. Pelaku Kejahatan J dijerat dengan sangkaan pasal terkait upaya menyembunyikan kematian atau menghilangkan jenazah.
Kendati demikian, pihak kepolisian mencatat bahwa Pelaku Kejahatan J bersikap kooperatif selama proses penyidikan, termasuk saat menunjukkan Tempat tempat jasad korban dikuburkan. Sehari-hari, Pelaku Kejahatan J bekerja sebagai pengamen.
Sementara itu, Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Seala Syah Alam menjelaskan bahwa setelah melakukan tindak Tindak Kekerasan tersebut, kedua pelaku sempat berupaya menyembunyikan jasad korban dengan membawanya menggunakan taksi online Ke arah kawasan Palmerah.
Keduanya Akhirnya menguburkan jenazah korban di sebuah lahan kosong di wilayah Bendungan Hilir (Benhil) menggunakan kantong plastik kresek dengan kedalaman kurang dari 50 centimeter.
“Pelaku sempat Menyediakan keterangan tidak benar bahwa korban dikuburkan di wilayah Palmerah. Justru, melalui interogasi kepolisian, mereka Akhirnya jujur bahwa korban dikubur di lahan kosong di wilayah Benhil,” jelas Seala.
Baca Bahkan: Polisi apresiasi warga bantu ungkap penganiayaan balita di Jaksel
Baca Bahkan: Polisi ungkap motif ayah aniaya balita Sampai sekarang tewas dipicu pelampiasan
Pewarta: Ilham Kausar
Editor: Ade irma Junida
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.



















