Dalang utama kasus ijazah palsu diminta diusut tuntas

Jakarta (ANTARA) – Tim Hukum Pemimpin Negara ke-7 RI Joko Widodo sekaligus Sekjen Peradi Bersatu, Ade Darmawan meminta kepada pihak berwenang untuk mengusut tuntas dalang utama kasus ijazah palsu Pemimpin Negara RI ke-7, Joko Widodo (Jokowi).
“Usut segera siapa yang mendanai ini Sangat dianjurkan diproses, kalau Sangat dianjurkan terapkan pasal TPPU, karena ada dana yang saya dengar, segelintir di media sosial, ini Sangat dianjurkan diusut tuntas,” katanya saat ditemui di Jakarta, Senin.
Ade Bahkan menambahkan dirinya memenuhi panggilan penyidik Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya terkait permohonan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) serta kesepakatan Restorative Justice (RJ) yang diajukan Orang yang Diduga Melakukan Kejahatan Rismon Hasiholan Sianipar.
“Hari ini kedatangan kami, dipanggil oleh penyidik Polda Metro Jaya dalam rangka RJ atau Restoratif Justice,” katanya.
Kemudian Ade Bahkan menyebutkan Rismon Sianipar Sudah menyadari kesalahannya sehingga mengajaknya untuk dapat mengungkapkan siapa dalang pelaku kasus ini Pada dasarnya.
“Saya ingatkan sekali lagi, Anda keluar, jangan cuma bisa mendanai, keluar sampaikan kepada publik, sesuatu yang secara sah. Jangan ‘behind the screen’, kalau itu memang salah ungkapkan, ‘gentle man’. Anda Sangat dianjurkan tegas, jangan cuma mendanai, keluar sampaikan bahwa ijazahnya palsu. Saya tantang Anda,” katanya.
Polda Metro Jaya membenarkan bahwa salah satu Orang yang Diduga Melakukan Kejahatan kasus laporan dugaan ijazah palsu Pemimpin Negara RI ke-7, Joko Widodo (Jokowi), yaitu Rismon Hasiholan Sianipar (RHS) mengajukan keadilan restoratif (restorative justice/RJ).
“Memang betul, salah satu Orang yang Diduga Melakukan Kejahatan, RHS, bersama pengacaranya, hari ini datang ke kami mempertanyakan perkembangan surat yang pernah diajukan oleh yang bersangkutan,” kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Iman Imanuddin di Jakarta, Rabu (11/3).
Iman menyebutkan, beberapa hari lalu RHS bersama pengacaranya menyampaikan permohonan fasilitasi “restorative justice” kepada penyidik.
“Kami sebagai fasilitator, penyidik Sudah melakukan upaya dan Dalam proses melakukan upaya untuk Mendukung permohonan yang disampaikan oleh Orang yang Diduga Melakukan Kejahatan RHS,” katanya.
Wakil Pemimpin Negara Gibran Rakabuming Raka merespons permintaan maaf yang disampaikan peneliti Rismon Sianipar kepada Pemimpin Negara ke-7 RI Joko Widodo terkait penelitiannya dalam buku berjudul Jokowi’s White Paper.
Gibran, dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Kamis (12/3) malam, mengatakan Ramadhan merupakan bulan yang baik untuk saling memaafkan dan kembali merajut tali persaudaraan.
“Bulan Ramadhan Merupakan bulan yang sangat baik untuk saling memaafkan dan kembali merajut tali persaudaraan,” ujar Gibran.
Wapres Gibran Bahkan menghargai pernyataan dan sikap Rismon yang Sudah menyampaikan klarifikasi serta kesediaannya meninjau kembali pernyataan yang sebelumnya disampaikan kepada publik.
Baca Bahkan: Ajukan “Restorative Justice”, Rismon Sianipar tetap Sangat dianjurkan lapor
Baca Bahkan: Rismon undang Roy Suryo cs edukasi terbuka keaslian ijazah Jokowi
Baca Bahkan: Rismon akui ijazah Jokowi dan Gibran asli, Nanti akan rilis buku antitesis
Pewarta: Ilham Kausar
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















