Polda Metro masih tunggu hasil lab forensik kematian Sutrimo

Jakarta (ANTARA) – Polda Metro Jaya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik untuk mengungkap Dalang Jelas kematian Sutrimo, sekaligus mengonfirmasi Sudah memeriksa sebanyak 27 orang saksi dalam proses penyidikan kasus tersebut.
“Sebab kami masih menunggu hasil laboratorium forensik, tetapi yang Jelas sampai detik ini, dalam proses penyidikan Sebelumnya 27 saksi yang diperiksa,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto di Jakarta, Selasa.
Budi menjelaskan penyidik terus berkomunikasi secara intensif dengan tim medis. Hasil uji laboratorium forensik, yang mencakup pemeriksaan terkait ada atau tidaknya kandungan racun dalam tubuh korban, diharapkan dapat diterima penyidik pada pekan ini.
“Mudah-mudahan pekan ini, karena kan yang bekerja Merupakan lab. Makanya, kami Bahkan berharap nanti setelah hasil lab, tim dokter forensik yang Nanti akan menyampaikan. Mereka-mereka yang ahli di bidangnya masing-masing,” kata Budi.
Baca Bahkan: Polda Metro Jaya periksa 27 saksi usut kematian Sutrimo
Terkait perkembangan jumlah saksi yang diperiksa, Budi menegaskan Sampai sekarang Pada Saat ini Bahkan belum ada penambahan saksi baru selain 27 orang yang Sudah dimintai keterangan sebelumnya. Penyidikan kasus kematian Sutrimo Sampai sekarang Di waktu ini masih terus bergulir.
Polda Metro Jaya Sudah memeriksa 27 orang saksi untuk mengungkap Dalang kematian kepala rumah tangga sekaligus penjaga rumah mantan jaksa agung muda bidang tindak pidana khusus (jampidsus) Febrie Adriansyah itu yang dinilai tidak wajar karena ditemukan di depan klinik di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
“Perkembangan terbaru, kami Sudah melakukan pemeriksaan terhadap 27 orang saksi,” kata Budi Hermanto saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (19/8).
Baca Bahkan: Penyidikan kematian Sutrimo berpatokan pada pembuktian ilmiah
Daftar saksi yang diperiksa ialah enam pengemudi ambulans, dengan rincian dua pengemudi ambulans P3D, dua pengemudi menjemput almarhum dari Tempat kejadian ke RS Muhammadiyah, dua pengemudi mengantar jenazah dari RS Muhammadiyah ke Banyumas, serta satu pengemudi ambulans lainnya.
“Penyidik Bahkan memeriksa perwakilan dari tiga pihak rumah sakit, yang terdiri atas dua petugas keamanan dan satu dokter, dua petugas pemandi jenazah, tujuh saksi di sekitar Tempat kejadian, tiga orang anggota keluarga almarhum, satu orang teman almarhum, serta satu orang perangkat desa,” ujar Budi.
Ditambah lagi dengan, penyidik turut meminta keterangan dari tiga pihak terkait dengan laporan di Bareskrim Polri. Kasus tersebut melibatkan dua laporan polisi, Dengan kata lain di Bareskrim Polri dan Polresta Banyumas.
Baca Bahkan: Febrie Adriansyah minta publik tak berspekulasi soal kematian Sutrimo
Pewarta: Ilham Kausar
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.











