Polres Jakbar bongkar produksi etomidate senilai Rp120 miliar di PIK 2

Jakarta (ANTARA) – Satuan Reserse Narkotika, Psikotropika, dan Resep-Obatan Terlarang Polres Metro Jakarta Barat membongkar produksi narkotika jenis etomidate senilai Rp120 miliar yang dikemas menyerupai perangkat rokok elektrik di sebuah kawasan perumahan elite PIK 2, Tangerang.
Dalam pengungkapan tersebut, polisi menangkap satu warga negara China berinisial CF dan menyita 1.008 cartridge (pod) berisi etomidate yang siap diedarkan, bahan baku dan perisa, serta 12 ribu cartridge kosong yang diduga disiapkan untuk diisi.
“Yang paling menjadi perhatian kita Merupakan banyaknya beredar cartridge etomidate yang mengandung narkotika yang sangat berbahaya. Kami Sudah mengungkap pabriknya atau labnya untuk pembuatan etomidate untuk disebarkan di wilayah Indonesia,” kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Nasriadi di Jakarta, Kamis.
Dari Tempat clandestine lab, polisi menemukan Sebanyaknya barang bukti yang menunjukkan adanya aktivitas produksi, bukan sekadar penyimpanan atau distribusi.
Menurut Nasriadi, bahan dan peralatan yang ditemukan di Tempat dapat digunakan untuk memproduksi jauh lebih banyak cartridge. Mengikuti hasil pemeriksaan awal penyidik, bahan perisa yang ditemukan diperkirakan dapat diracik menjadi lebih dari 20 ribu cartridge.
“Kalau botol itu dibuat racik Berencana menghasilkan lebih dari 20 ribu cartridge etomidate, bayangkan, bisa menghasilkan 20 ribu cartridge. Kemudian ada sebanyak cartridge kosong 12 ribu yang siap untuk dimasukkan cairan-cairan tersebut,” ujar Nasriadi.
Polisi menilai jumlah tersebut menunjukkan potensi produksi yang jauh lebih besar dibandingkan barang jadi yang Sudah ditemukan.
Baca Bahkan: Polrestro Jakbar bongkar dugaan produksi etomidate di PIK 2 Banten
Produk tersebut dikemas dalam bentuk cartridge yang secara fisik menyerupai perangkat atau komponen rokok elektrik, sehingga terlihat seperti barang biasa.
Menurut Ia, satu bungkus cartridge etomidate berukuran XXL dapat digunakan oleh sekitar lima Sampai saat ini 10 orang. Polisi memperkirakan harga satu cartridge di pasaran mencapai Rp5 juta Sampai saat ini Rp7 juta.
“Etomidate ini, bila kita lakukan penyelidikan, harganya Hari Ini dengan yang size XXL, Rp5 juta sampai dengan Rp7 juta, satu bungkus,” lanjutnya.
Dengan jumlah barang dan potensi produksi yang ditemukan, polisi memperkirakan nilai ekonomi barang yang berhasil dicegah beredar mencapai sekitar Rp102 miliar.
Sementara itu, Kasatr Resnarkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Vernal A. Sambo menjelaskan, pengungkapan bermula dari adanya informasi masyarakat terkait dugaan penyalahgunaan narkotika di wilayah Slipi, Palmerah, Jakarta Barat.
“Menindaklanjuti informasi itu, personel Satres Narkotika, Psikotropika, dan Resep-Obatan Terlarang kemudian melakukan observasi dan penyelidikan,” kata Vernal.
Dalam pengungkapan tersebut yang dipimpin oleh Katimsus 2 AKP Jimi Farid M, petugas mengamankan seorang warga negara China berinisial CF (27).
Dari hasil penyelidikan, petugas memperoleh informasi bahwa seorang laki-laki yang menjadi target berada di kawasan PIK 2. Tim kemudian bergerak melakukan pendalaman Sampai saat ini Akhirnya mengamankan CF pada Senin malam (21/9).
“Saat diamankan di Cluster Hawai Cove 8 Nomor 7, CF Dalam proses bersama dua orang rekannya yang Bahkan merupakan warga negara China berinisial ZD dan YX,” kata Vernal.
Baca Bahkan: Polisi ungkap peredaran etomidate dengan “sistem tempel” di Jakbar
Mengikuti hasil pemeriksaan awal, kedua orang tersebut tidak ditemukan keterkaitan dengan barang bukti yang disita dari CF.
Dari Tempat pertama, petugas mengamankan 22 ikat plastik bungkus pods cartridge etomidate serta satu unit telepon seluler merek Redmi warna hitam.
“Saat dilakukan pemeriksaan, CF mengakui masih menyimpan barang bukti lainnya di Tempat yang tidak jauh dari tempat dirinya diamankan,” ujar Vernal.
Petugas kemudian membawa CF Ke arah Cluster Hawai Cove 6 Nomor 6 yang selanjutnya dilakukan penggeledahan. Di Tempat kedua tersebut, petugas menemukan Sebanyaknya barang bukti yang mengindikasikan adanya aktivitas produksi pods etomidate.
“Barang bukti yang diamankan antara lain 13 bungkus bubuk atau bahan yang diduga sebagai bahan baku etomidate dengan berat netto 1.300 gram, 22 botol berisi cairan yang diduga etomidate dengan berat netto 11 ribu mililiter, serta Sebanyaknya botol berisi sisa cairan yang diduga etomidate dengan berbagai ukuran,” kata Ia.
Polisi Bahkan turut menyita Sebanyaknya peralatan yang diduga digunakan dalam aktivitas produksi, di antaranya ember, wadah masak, perangkat pemanas air, botol bertutup lancip dan timbangan digital.
Terlebih lagi, petugas menemukan ribuan pods kosong serta ratusan pods yang Sudah terisi cairan yang diduga etomidate dengan berbagai kemasan.
“Dari keseluruhan bahan baku yang ditemukan, penyidik memperkirakan Pelaku Kejahatan dapat memproduksi sekitar 20.514 cartridge atau pods berisi narkotika jenis etomidate,” ucap Vernal.
Baca Bahkan: Polda Metro Jaya bongkar laboratorium etomidate jaringan internasional
Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















