Polisi tangkap 17 remaja konvoi bawa kembang api di Pesanggrahan

Jakarta (ANTARA) – Polisi menangkap 17 remaja yang membawa kembang api dan petasan pada Minggu (15/3) malam demi menegakkan ketertiban umum di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan.
“Untuk para pelaku sendiri yang kami amankan total 17 remaja,” kata Kapolsek Pesanggrahan Kompol Seala Syah Alam saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.
Ia mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (15/3) sekitar pukul 22.00 WIB di pertigaan Jalan Swadarma Raya dan Jalan Ciledug Raya, Kelurahan Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.
Pengungkapan kasus itu berawal dari laporan masyarakat melalui media sosial Instagram terkait adanya segerombolan remaja yang melakukan konvoi tanpa izin.
Segerombolan remaja itu dilaporkan melakukan konvoi tanpa izin dengan menggunakan flare atau kembang api yang ditembakkan ke jalan, sehingga mengganggu ketertiban umum.
Para remaja yang melakukan konvoi Sampai saat ini menutup jalan serta menyalakan petasan tersebut berasal dari tiga kelompok berbeda.
Menurut Seala, mereka berasal dari wilayah Jakarta Barat dan berencana Ke arah Tangerang.
Ia Bahkan memastikan tidak ada pelaku yang berasal dari Pesanggrahan.
“Jadi, para remaja tersebut ingin mengarah ke Tangerang. Para remaja tersebut berasal dari wilayah Jakarta Barat,” ujar Seala.
Polisi kemudian melakukan penindakan dengan menggunakan metode Scientific Crime Investigation (SCI) setelah video tersebut viral di media sosial.
Baca Bahkan: Tawuran dua kelompok remaja terjadi di Daan Mogot Jakbar
Dalam pengungkapan kasus itu, polisi mengamankan sebanyak 17 remaja beserta Sebanyaknya barang bukti, di antaranya bendera kelompok, telepon genggam, dan sepeda Kendaraan Bermotor Roda Dua.
Seala menambahkan kendaraan bermotor yang digunakan para remaja tersebut Bahkan dikenai Hukuman Politik tilang karena tidak sesuai Syarat.
“Hukuman Politik yang kami berikan itu Hukuman Politik berupa kerja sosial, yaitu membersihkan lingkungan selokan di sekitar Pospam, karena kami Bahkan mengingat ini bulan Ramadhan, dan kami Bahkan Pernah berkoordinasi dengan Kasudin Pendidikan Jakarta Barat,” ungkap Seala.
Terkait motif, Ia menyebutkan para remaja itu melakukan aksi tersebut untuk mencari pengakuan.
“Untuk motifnya sendiri, yang anak-anak itu lakukan Merupakan mencari validasi karena namanya remaja,” tutur Seala.
Ia Bahkan mengungkapkan adanya indikasi potensi aksi lanjutan yang mengarah pada tawuran, sehingga polisi melakukan langkah pencegahan.
Seala mengatakan konvoi tersebut berpotensi membahayakan karena penggunaan kembang api dan petasan di jalan umum dapat memicu kebakaran Sampai saat ini gangguan jaringan listrik.
Saat penangkapan, kata Ia, kepolisian Bahkan menghadirkan orang tua dari para remaja tersebut. Para orang tua itu mengaku tidak mengetahui aktivitas anaknya saat keluar rumah pada malam hari.
“Hanya izin keluar malam, tapi tidak mengetahui kegiatannya ternyata seperti ini,” kata Seala.
Ia pun mengimbau masyarakat Supaya bisa tidak melakukan kegiatan serupa karena dapat membahayakan diri sendiri Serta orang lain.
Baca Bahkan: Tawuran di Kemanggisan Jakbar, Polisi tingkatkan patroli
Baca Bahkan: Polisi gagalkan tawuran pemuda di Jakarta Utara
Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















