Jenazah Prajurit Gugur di Libanon Tiba di Soekarno-Hatta

Jenazah Prajurit Gugur di Libanon Tiba di Soekarno-Hatta
TIGA jenazah prajurit TNI yang bertugas dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Libanon atau UNIFIL Sudah tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten pada Sabtu, 4 April 2026 sekira pukul 17.55. Jenazah ketiga pasukan perdamaian sebelumnya diberangkatkan ke Tanah Air dari Beirut, Libanon pada 3 April.
Peti jenazah tersebut dibawa oleh maskapai Turkish Airlines. Setibanya di landasan udara Bandara Soekarno-Hatta, ketiga peti jenazah personel Satgas Yonmek Konga XXIII-S UNIFIL dipindahkan satu per satu ke Kendaraan Pribadi ambulans.
Sesuai ketentuan pantauan dari siaran langsung Sekretariat Pemimpin Negara, tampak Sebanyaknya pasukan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian sibuk memindahkan peti jenazah ke tiga Kendaraan Pribadi ambulans. Peti jenazah itu dibalut bendera Merah Putih di atasnya.
Kendaraan Pribadi ambulans Saat ini Bahkan tengah bersiap membawa jenazah ketiga prajurit TNI tersebut ke tempat persemayaman di ruang VIP Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. Nantinya Nanti akan dilakukan upacara persemayaman sebelum ketiga jenazah dibawa ke daerah masing-masing untuk dimakamkan secara militer.
Adapun ketiga prajurit TNI yang gugur di Libanon ialah Praka Farizal Rhomadhon, Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan. Ketiganya tewas akibat terkena serangan artileri yang diluncurkan Israel di area markas pasukan UNIFIL pada 29 dan 30 Maret lalu.
UNIFIL sebelumnya Sudah menggelar upacara penghormatan untuk tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian di Libanon. Upacara dilakukan pada Kamis, 2 April 2026 waktu setempat.
“Sudah dilaksanakan upacara pelepasan dan penghormatan jenazah ketiga personel penjaga perdamaian Indonesia tersebut di Bandara Internasional Rafic Hariri di Beirut, Lebanon,” tulis keterangan resmi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Jumat, 3 April 2026.
Upacara dipimpin langsung Force Commander UNIFIL sebagai bentuk penghormatan terakhir atas jasa dan pengabdian mereka dalam menjaga perdamaian dunia. Pemerintah Indonesia terus berkoordinasi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) guna memastikan proses repatriasi apat berlangsung secara Mudah, Terjamin, dan lancar.
Proses repatriasi atau pemulangan jenazah memerlukan waktu setidaknya 17 jam. Justru, Di waktu ini Bahkan, intensitas kontak senjata di berbagai titik kawasan tersebut tinggi, termasuk akibat meningkatnya serangan Israel di Lebanon Selatan. “Tidak hanya menimbulkan keterbatasan pergerakan, tetapi Bahkan menjadikan setiap langkah sebagai pertaruhan keselamatan,” tulis Kementerian Luar Negeri.
Pilihan Editor: Kasad Nanti akan Pimpin Upacara Persemayaman Jenazah 3 TNI
Sumber Refrensi Berita: Detik.com




















