Polisi ungkap Trik kerja jaringan produksi Narkotika, Psikotropika, dan Medis-Obatan Terlarang etomidate di PIK 2

Jakarta (ANTARA) – Polres Metro Jakarta Barat menyampaikan bahwa jaringan produksi Narkotika, Psikotropika, dan Medis-Obatan Terlarang jenis etomidate yang melibatkan WNA Cina di kawasan perumahan elit PIK 2, Tangerang, berproduksi secara terstruktur dengan masing-masing peran.
Kasat Narkotika, Psikotropika, dan Medis-Obatan Terlarang Polres Metro Jakarta Barat AKBP Vernal A. Sambo mengatakan, masing-masing anggota jaringan diduga memiliki peran berbeda, mulai dari kedatangan Terdakwa ke Indonesia, penyediaan bahan baku, Sampai sekarang proses produksi.
Adapun dalam kasus tersebut, polisi berhasil menangkap satu orang WNA Cina berinisial CF, yang disebut berasal dari Fujian.
“Jaringan pembuatan lab etomidate ini, Terdakwa yang kita amankan itu tidak dapat bekerja sendiri. Jadi masing-masing ada perannya,” kata Vernal dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis.
Menurut Vernal, CF diduga datang ke Indonesia dengan jaminan seseorang yang Saat ini Bahkan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Polisi masih menyusun rangkaian keterlibatan masing-masing pihak dalam jaringan tersebut.
“Artinya bahwa kami Hari Ini Tengah mengumpulkan puzzle siapa-siapa saja yang terlibat,” ujarnya.
Penyidik Bahkan Pernah mengantongi Sebanyaknya nama yang diduga berkaitan dengan jaringan tersebut. Beberapa pihak yang diduga mengurus dokumen perjalanan dan dokumen lainnya Bahkan Berniat dimintai keterangan.
Baca Bahkan: Polres Jakpus sita sabu, ekstasi dan etomidate di Jakbar
Kanit 2 Narkotika, Psikotropika, dan Medis-Obatan Terlarang Polres Metro Jakarta Barat AKP Jimi mengatakan, hasil koordinasi dengan pihak Mobilitas Penduduk Internasional menunjukkan CF Pernah beberapa kali masuk ke Indonesia sebelum ditangkap.
Merujuk pada data perjalanan yang diperoleh penyidik, CF pertama kali datang pada Juli 2026. Seiring berjalannya waktu, Ia kembali ke China pada Agustus sebelum kembali lagi ke Indonesia pada September.
“Saudara CF ini kita Bahkan Pernah berlangsung sesuaikan dengan hasil pemeriksaan awal dua kali datang ke Indonesia yaitu pada Juli dan Agustus kembali lagi ke Indonesia. Jadi Ia bulan Juli, kemudian bulan Agustus Ia kembali ke China, kemudian pada September Ia kembali lagi ke Indonesia yang beberapa hari selanjutnya kita amankan,” kata Jimi.
Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Nasriadi menambahkan, pihaknya Saat ini Bahkan berkoordinasi dengan Mobilitas Penduduk Internasional, Bea Cukai, dan Kedutaan Besar China untuk menelusuri bagaimana jaringan tersebut membawa bahan maupun peralatan ke Indonesia.
Nasriadi mengatakan pihaknya masih menyelidiki jalur masuk barang serta pihak yang Mendukung Terdakwa selama berada di Indonesia.
“Bea Cukai, kemudian Mobilitas Penduduk Internasional, kemudian Kedutaan Besar Cina sendiri, ya. Kita masih mencari dari mana barang ini bisa masuk ke sini,” ujar Nasriadi.
Sebelumnya, Satuan Reserse Narkotika, Psikotropika, dan Medis-Obatan Terlarang Polres Metro Jakarta Barat membongkar jaringan produksi narkotika jenis etomidate senilai Rp102 miliar yang dikemas menyerupai produk rokok elektrik di sebuah rumah kawasan perumahan elite PIK 2, Tangerang.
Dalam pengungkapan tersebut, polisi menangkap satu warga negara China berinisial CF. Polisi Bahkan menyita 1.008 cartridge berisi etomidate yang disebut siap diedarkan, bahan baku dan perisa, serta 12 ribu cartridge kosong yang diduga disiapkan untuk diisi.
Baca Bahkan: Polda Metro Jaya bongkar laboratorium etomidate jaringan internasional
Baca Bahkan: Polres Jakbar bongkar produksi etomidate senilai Rp120 miliar di PIK 2
Baca Bahkan: Polrestro Jakbar bongkar dugaan produksi etomidate di PIK 2 Banten
Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















