Polisi dalami kasus PRT yang meninggal akibat lompat dari lantai 4

Jakarta (ANTARA) – Polres Metro Jakarta Pusat mendalami kasus meninggalnya seorang pegawai rumah tangga (PRT) akibat lompat dari lantai 4 sebuah rumah kos di Bendungan Hilir (Benhil).
“Informasi sementara, orang itu katanya tidak betah. Terus kabur dengan Trik melompat,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra kepada wartawan di Jakarta, Kamis.
Menurut Ia, ada dua orang PRT yang lompat dari sebuah rumah kos di Bendungan Hilir, di mana dari dua orang itu satu meninggal dunia dan satu lainnya mengalami patah tulang.
Ia mengatakan, untuk korban yang meninggal dunia berinisial R, sementara yang mengalami luka berinisial D. Sesuai ketentuan informasi sementara keduanya tidak betah sehingga mencoba kabur dengan melompat.
“Betul (ingin kabur). Tapi kami tidak tahu bener apa tidak, karena informasi awalnya seperti itu. Makanya masih diperiksa,” ujarnya.
Robby mengatakan bahwa pihaknya Nanti akan memanggil pemilik kosan Serta majikan dari kedua PRT tersebut untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Ia menambahkan, dari keterangan sementara Bahkan didapati bahwa majikan yang bersangkutan galak, sehingga mereka tidak betah bekerja.
“Ada saksi yang lain ngomong bahwa mereka itu tidak betah karena majikannya sadis. Sadis itu tidak tahu seperti apa, tapi tidak ngomong suka menyiiksa, hanya galak,” katanya.
Baca Bahkan: Komnas Perempuan apresiasi penanganan kasus penyekapan PRT di Jakbar
Baca Bahkan: Kasus penyekapan di Jakbar, Dewan Perwakilan Rakyat diminta segera sahkan RUU PRT
Baca Bahkan: Komnas minta majikan rumah tangga tidak lakukan Tindak Kekerasan pada PRT
Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.




















