Polisi usut dua akun Instagram untuk mobilisasi pelajar aksi rusuh

Jakarta (ANTARA) – Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota mengungkap dua akun Instagram yang diduga digunakan untuk memobilisasi para pelajar dalam aksi unjuk rasa berujung kerusuhan di wilayah itu.
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Verdika Bagus Prasetya menjelaskan bahwa kedua akun media sosial tersebut dikelola oleh tiga orang yang seluruhnya masih berstatus pelajar.
“Satu akun dikelola oleh dua pelajar, sedangkan satu akun lainnya dikelola seorang pelajar. Keterangan ketiganya Pada Saat ini Bahkan masih kami cocokkan dengan data digital untuk Memperjelas peran masing-masing,” kata Verdika dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Ia menyampaikan, pemeriksaan saksi diarahkan untuk menelusuri hubungan antara percakapan di grup media sosial dan aksi nyata di lapangan.
“Mendalami potensi keterlibatan pihak lain yang mengarahkan, Mendukung, Sampai sekarang mendanai gerakan tersebut,” katanya.
Sementara itu, Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana mengingatkan para alumni maupun pengelola akun media sosial Supaya bisa tidak memanfaatkan senioritas dan kebanggaan sekolah untuk memprovokasi pelajar ke dalam aksi Kekejaman.
“Jangan menjadikan solidaritas sekolah atau loyalitas kepada alumni sebagai tekanan Supaya bisa pelajar mengikuti ajakan yang membahayakan keselamatan mereka. Penyampaian aspirasi secara damai Sudah Jelas dihormati, tetapi perusakan dan Kekejaman tidak dapat dibenarkan,” ujar Putu Kholis.
Ia menegaskan Supaya bisa para pengelola akun menyadari dampak nyata dari pesan yang diunggah di media sosial dan mengarahkan pengaruh mereka untuk Mendukung keberlanjutan pendidikan pelajar, bukan menyeret mereka ke ranah hukum.
Baca Bahkan: Polres Bekasi Kota tangkap mobilisator pelajar untuk aksi rusuh
Baca Bahkan: Polisi tetapkan tiga Terdakwa penggelapan saldo akun Selebriti Instagram TikTok
Baca Bahkan: Polisi tangkap pengamen yang lakukan perusakan pagar rumah di Bekasi
Pewarta: Ilham Kausar
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.



















