Polisi usut dugaan pelecehan seksual siswa di Jaktim lewat foto AI

Jakarta (ANTARA) – Polres Metro Jakarta Timur mengusut kasus dugaan pelecehan seksual seorang siswa di salah satu SMP Negeri di Jakarta Timur lewat penyalahgunaan foto yang disunting oleh kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
“Memang terjadi pada salah seorang siswa yang melakukan perbuatan tersebut dan Di waktu ini masih dilakukan penyidikan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur,” kata Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Timur AKP I Made Budi di Mapolsek Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu.
Kasus ini menjadi perhatian dan viral setelah beredar unggahan di akun Threads @zeesoraa yang menyebutkan adanya siswa kelas tiga SMP diduga mengedit foto teman-teman perempuannya menggunakan AI sehingga menyerupai konten dewasa.
Unggahan tersebut Bahkan menyebutkan pelaku diduga memperjualbelikan foto-foto yang Sebelumnya diedit kepada pihak lain dengan jumlah mencapai sekitar 200 foto.
Sebanyaknya warganet yang Menyediakan tanggapan pada unggahan tersebut kemudian menyebut dugaan peristiwa itu berkaitan dengan siswa salah satu SMP negeri di Jakarta Timur.
Sekalipun, Sampai sekarang Pada saat ini pihak kepolisian belum membeberkan secara rinci identitas siswa maupun korban dalam Peristiwa Pidana tersebut.
“Iya jadi fotonya dijadiin stiker, foto badan korban apa ini (dibuat) editan, yang seperti itu,” ucap Made Budi.
Made Budi menyebut pihaknya Sebelumnya menerima laporan berkaitan dengan dugaan penganiayaan dari pihak yang disebut sebagai pelaku dalam isu viral ini.
“Di waktu ini Pernah berlangsung ada satu laporan, di mana pihak dari pelaku mengaku menerima perlakuan tidak menyenangkan ataupun dilakukan penganiayaan dari pihak korban,” jelas Budi.
Dengan adanya laporan tersebut, kepolisian Nanti akan menangani kedua persoalan sesuai dengan proses hukum yang berlaku.
Budi mengatakan pihak yang terlibat Bahkan Nanti akan dipertemukan dalam proses mediasi oleh pihak sekolah. Langkah tersebut dilakukan sambil menunggu hasil penyidikan terhadap Peristiwa Pidana utama.
Menurut Ia, proses mediasi nantinya menjadi bagian dari penyelesaian persoalan dengan tetap mempertimbangkan hasil penanganan Peristiwa Pidana oleh penyidik.
Polisi Di waktu ini masih mendalami rangkaian kejadian tersebut mulai dari kronologi lengkap, termasuk mekanisme penyuntingan foto, pihak yang menerima atau menyebarkan hasil suntingan foto dan jumlah korban.
Penyidik Bahkan masih mengumpulkan keterangan dari pihak-pihak terkait untuk memastikan fakta dalam Peristiwa Pidana tersebut dan menentukan langkah hukum selanjutnya.
Baca Bahkan: Trik membedakan foto dan video AI dari konten asli
Baca Bahkan: Jangan asal kirim foto ke AI, ini risiko privasinya
Baca Bahkan: Imbas manipulasi foto AI, DKI batasi akses Upload laporan di JAKI
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.




















